Saturday, May 25, 2019


Pentingnya Brand dan Kemasan Produk UKM

SUPERTELUR, 25/05/2019. Hari ini saya memutuskan untuk mengunjungi sebuah pameran produk UKM di Alun-alun Sewadanan Pakualaman gelaran Dinas Koperasi dan UKM  bekerjasama dengan PLUT DIY. Minggu ini ada beberapa pameran di Yogyakarta;  di Hartono Mall, JEC, Giant Supermarket  dan beberapa tempat lainnya tapi saya lebih memilih untuk datang ke pameran UKM yang ada di Alun-Alun Sewadanan Pakualaman. Apa alasannya? Ya, kemasan dan brand pameran yang berbeda dari yang lainnya. 
Sekilas saja saya membaca leaflet yang tersebar di media sosial maupun papan pengumuman lainnya, saya sudah tertarik. Dalam benak saya "GREBEG LEBARAN" pastilah event pameran untuk menyambut lebaran, produk unik UKM, banyak promo, harga bersaing karena ada beberapa BUMN yang bergabung yakni PT Pegadaian dan Bulog. Pameran yang lain apalagi di mall, pasti seperti pameran reguler lainnya dalam menyambut lebaran, kalau tidak baju lebaran pasti hanya makanan atau minuman pabrikan untuk parcel. Brand dan kemasan itulah yang memutuskan saya memilih untuk datang ke pameran UMK di Pakualaman hari ini.
Memasuki area pameran saya sudah terkesan dengan bangunan bersejarah Pura Pakualaman, selain bernilai sejarah tinggi bangunan tersebut  arsitekturnya sangat menawan, meski usianya sudah ratusan tahun namun masih nampak kokoh. Panitia pameran cukup piawi menentukan lokasi pameran; ditengah kota, strategis dan dekat  dengan pusat budaya. Stand-stand UKM berjajar rapi di halaman depan Pura Pakualaman,  atau sebagian menyebutnya alun-alun. Tanpa pameranpun tempat ini sudah ramai pengunjung karena digunakan untuk tempat bermain dan pusat kuliner. Kehadiran pameran ditempat ini tentu menambah semaraknya suasana alun-alun Sewedanan di sore hari. Saat saya datang, di panggung utama sedang ada acara pembagian hadiah semacam kuis untuk pengunjung yang beruntung. Saya sengaja mengunjungi setiap stand sambil melihat-lihat produk apa yang akan saya beli nanti sebelum pulang. Di sisi utara saya melihat berbagai produk pakaian dan asesoris produk UKM; kain batik, dompet, gelang, kalung dan aneka produk pendukung lainnya. lebih dari tujuh stand ada di sana. Di bagian tengah, saya menemukan aneka produk makanan yang dijual oleh beberapa stand mulai dari minuman tradisional, makanan, lauk-pauk, sayur, oleh-oleh dan berbagai produk olahan lainnya. Di sisi selatan saya menjumpai berbagai produk pertanian dan tanaman hias yang di jual oleh beberapa stand mulai dari beras, buah-buahan, sayuran, tanaman perindang, anggrek dan beberapa  produk pertanian yang lain. Tentu saya sudah memutuskan untuk membeli beberapa produk yang akan saya bawa pulang .

Saya membeli tanaman anggrek bulan yang akan saya tanam nanti di rumah, saya tertarik dengan warna ungu dan besaran kelopak bunga ini. Crispy wader adalah produk ukm ke-2 yang saya pilih, camilan yang bisa berfungsi sebagai lauk ini adalah produk UKM Ema Food. Produk ke-3 yang saya beli adalah tahu siomay ikan, saya memilihnya karena tahu adalah makanan favorit saya.
Membandingkan 2 produk makanan yang saya beli yakni cryspi wader dan tahu siomay ikan  tentu hal yang sangat menarik terutama dari sisi kemasan dan brand.

Cryspi Wader, memiliki kemasan yang modern, aman dan menarik. Bahannya terbuat dari kombinasi metalize/foil dan plastik, stand up pauch, kraft window dan zipper sehingga praktis, aman, tahan lama serta kualitas makanan yang ada di dalam kemasan terjamin higienisnya. Dari desain cover yang ada dikemasan juga sudah komplit mencantumkan tentang; nama produk, komposisi produk, perijinan dan tanggal kedaluwarsa. Satu-satunya yang kurang pas menurut saya hanya pemilihan nama produk, cryspy wader terkesan kurang familier dan agak susah diucapkan apalagi untuk diingat. Brand nama ini penting karena akan mempengaruhi konsumen untuk membelinya, dengan nama-nama yang mudah diucapkan  tentu lebih mengena bagi konsumen untuk mengingatnya dan memutuskan untuk membelinya lagi.

Tahu siomay ikan, kalau saya memutuskan membelinya karena tahu adalah makan kesukaan saya. Jika dilihat dari kemasan dan brand tentu masih jauh apabila akan dimasukan sebagai produk UKM unggulan. Konsep makanan beku pada tahu siomay ikan sebenarnya sudah menarik, saya dapat makan kapan saja ketika saya menginginkan, tinggal memanasinya dikukus atau digoreng. Namun dari sisi kemasan sangat disayangkan, masih menggunakan plastik tipis biasa, tanpa logo dan hanya tanda saja untuk membedakan antara tahu siomay ikan dan tahu siomay ayam. Produk bagus, enak, murah dengan kemasan apa adanya. Sesederhananya kemasan dan logo yang dipakai,  mestinya produsen dapat mencotoh produk tahu bakso Ungaran, memakai plastik tebal 0,5 ml, vacum, plastik sealer dan sablon logo satu warna pada kemasan tersebut.

Keputusan konsumen untuk membeli kembali produk-produk yang ada di pameran tentu dipengaruhi oleh beberapa hal, selain karena kualitas produk tentu kemasan dan brand produk juga sangat menentukan. Kemasan dan brand memiliki fungsi yang penting antara lain: sebagai promosi, pembeda dengan produk lainnya, menarik perhatian konsumen, mudah dikenal dan tentu saja mempengaruhi konsumen untuk memutuskan membeli produk tersebut. Saat pertama kali kami memulai usaha rumah makan yang kami pikirkan lebih dulu adalah brand nama produk sebelum melakukan rangkaian kegiatan usaha lainnya. Kami memilih Supertelur Taliroso, selanjutnya kami mengusahakan agar brand ini segera melekat dikonsumen  melalui promosi yang terus menerus tentu dengan tetap menjaga kualitas produk dan layanan. Ya, seperti saya memilih untuk berkunjung di pameran UKM kali ini, karena saya berkeyakinan pameran ini beda dengan yang lainnya. (AWB)

0 comments: