Monday, August 5, 2019

Berharap Pasar Tembus dari Kripik Gembus, Catatan Pameran Harnas UMKM 2019



SUPERTELUR, 5/8/2019. Berbekal informasi dari media sosial tentang pameran Creative SME Festival pada peringatan Hari Nasional  UMKM atau Harnas UMKM 2019 di Jogja Community Creative Center Dinaskop UKMDIY tanggal 3-6 Agustus 2019 saya mengunjungi pameran ini. Berharap saya akan menemukan produk unik dan baru yang belum pernah saya temukan pada pameran sebelumnya. 
Ini bukan pameran UMKM kali pertama yang saya kunjungi pada tahun 2019, tetapi ini adalah pameran yang  berbeda. Biasanya pameran UMKM hanya memajang produk-produk UMKM saja sehingga dari pameran ke pameran pengunjungnya itu-itu saja. Kreativitas panitia yang menggabungkan beberapa kegiatan pada pameran UMKM kali ini cukup sukses mengundang banyak pengunjung, utamanya kaum muda milenial yang menjadi sasaran utama kegiatan pameran UMKM kali ini. Panggung hiburan yang megah dan di tempat strategis menjadi daya tarik bagi masyarakat yang lalu lalang di jalan depan lokasi pameran, beberapa acara penunjang seperti seminar, klinik konsultasi, pelatihan bisnis, aneka lomba adalah upaya lebih dari panitia untuk menarik lebih banyak pengunjung, dan itu berhasil dengan baik.  
Baliho dan umbul-umbul sponsor yang banyak serta berjajar rapi di sekitar lokasi menunjukan acara ini mendapat kepercayaan serta apresiasi dari masyarakat. Tentu itu semua bukan tolok ukur dari suksesnya acara ini, acara Creative SME Festival pada peringatan Harnas UMKM 2019 disebut sukses jika nanti mampu melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang kreatif dan tangguh setelah acara ini usai.
Bisnis Produk Makanan
Saya selalu ingat pada pesan seorang narasumber pada salah satu pelatihan usaha yang yang pernah saya ikuti kala awal pertama saya akan memulai usaha dulu. Beliau mengatakan bahwa, “Syarat untuk kelanggengan usaha produk makanan ada 3 yaitu; bahan baku melimpah, mampu mengolah dan mudah dijual”.  Ketiga syarat tersebut harus agar bisnis yang kita jalani dapat terus berjalan. Meski terkesan konvensional, pernyataan  yang disampaikan narasumber di atas mengandung kebenaran.
Produk-produk yang ditampilkan pada  acara Creative SME Festival cukup banyak, saya hanya memilih 3 produk yang menurut saya cukup unik, menarik dan memiliki potensi untuk dikembangkan di waktu yang akan datang.

1.   Nasi Sambel Welut

Nasi Sambel Welut,  saya menemukan di stand Kripik Kentang yang menjual berbagai aneka makanan olahan mulai dari kripik tempe, kripik gembus,peyek, kentang dan olahan lainnya. Nasi sambel belut menjadi produk unik dalam banyangan saya, pertama  karena biasanya yang dijual untuk nasi sambel adalah hanya sambel tempe atau teri tidak ada alternative pilihan nasi sambel lainnya. Kedua, harga terjangkau, dengan hanya Rp 5 ribu per bungkus saya pikir masih sangat terjangkau untuk nasi sambel belut. Saya membeli 2, untuk saya nikmati di rumah sebagai menu makan malam saya.

2.   Kripik Gembus

Masih di stand yang sama, saya menemukan produk unik ke-2 yakni kripik gembus. Gembus adalah residu atau ampas terbuat dari kedelai yang sudah diambil sari patinya sering disebut ampas tahu. Biasanya ampas tahu hanya digunakan untuk makanan ternak. Di beberapa daerah ampas tahu diolah, difermentasi menjadi jenis makanan baru dengan berbagi nama sesuai daerah masing-masing. Di Banyumas makanan ini disebut tempe gajes, di Jawa Timur disebut tempe menjes sementara di Yogyakarta dan sekitarnya disebut tempe gembus. Aneka masakan lezat dapat dibuat dengan bahan utama tempe gembus, mulai dari tumis, oseng, opor, atau semur. Bahan bakunya melimpah dan murah karena banyak industri tahu yang tidak memanfaatkan residu atau ampas ini kecuali hanya untuk makanan ternak.
Mejual kripik gembus pada acara Creative SME Festival adalah terobosan kreativ dari produsen untuk menembus pasar kuliner dan produk olahan yang sudah sangat ketat persaingannya.

3.   Thai Tea

Produk thai tea sedang membanjir akhir-akhir ini di Indonesia, bahkan waralaba yang menjual produk ini sudah cukup banyak. Saya memilih untuk membeli produk ini bermaksud untuk membandingkan dengan produk thai tea yang pernah saya beli. Stand Lintring, coffee & homestay adalah yang menjual produk ini. Saya terkesan dengan tampilan stand yang sederhana namun menonjolkan sisi pesan-pesan positif kekinian khas milenial pada banner yang dipasang di depan stand.

Review Produk

Akhirnya saya dapat menikmati ketiga produk yang saya beli di acara Creative SME Festival; nasi sambel belut, kripik gembus dan thai tea. Nasi sambel belut, kemasannya kedodoran meski harga murah mestinya produsen dapat mengemas lebih baik seperti nasi kucing di angkringan. Dengan porsi kecil mestinya cukup separuh kertas minyak/bungkus yang digunakan sehingga selain efisien porsi kelihatan lebih banyak. Untuk rasa sudah cukup enak hanya belut terlalu kering dan lembut sehingga tidak berasa cita rasa belutnya, mirip makan tepung sambel belut.
Kripik gembus, saya menaruh harapan besar pada produk ini. Bahan baku untuk tempe gembus melimpah, produsen bisa mengolah dan bisa menjualnya. Saya rasa produk ini akan menjadi unggulan di masa depan jika terus dikembangkan. Inovasi terhadap produk ini sangat terbuka lebar, selain rasa original banyak rasa tambahan yang bisa dibuat misalnya balado, keju, daun jeruk dan lainnya bisa terus digali. Kemasan produk sudah cukup bagus, menggunakan plastik standing pounch dengan perekat, sangat higienis dan menjaga produk tetap renyah. Satu-satunya kekurangan produk ini adalah belum adanya label pada kemasan padahal ini sangat penting, agar brand tempe gembus tetap melekat kuat di benak konsumen.
Thai tea, tidak ada perbedaannya dengan produk thai tea yang sudah ada sebelumnya, baik dari segi pilihan rasa maupun kemasan. Satu-satunya yang membedakan adalah bagaimana produsen menjualnya, Lintring coffee & homestay mencoba membidik kaum milenial kekinian dengan pesan-pesan moral melalui banner dengan kalimat-kalimat “nyleneh”.

Kesimpulan
Produsen makanan yang  langgeng adalah produsen yang memenuhi 3 syarat; memiliki bahan baku melimpah, mampu mengolah dan mampu menjual. Dengan kriteria tersebut, kripik tempe gembus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan. Perlu sentuhan inovasi agar tempe gembus mampu menembus pasar produk makanan yang sangat ketat dewasa ini. (AWB)

Referensi:
https://harinasionalumkm.com/

0 comments: